Benalu adalah tumbuhan parasit yang hidup menempel pada pohon inang. Ia mengambil air dan zat hara dari jaringan inang melalui organ khusus.
Di Indonesia, benalu sering tumbuh pada pohon buah, pohon peneduh, dan tanaman perkebunan. Kehadirannya mudah terlihat dari rumpun hijau yang menonjol di cabang.
Saya sering menjumpai benalu di pekarangan rumah. Dari jauh tampak seperti sarang atau tanaman hias. Padahal ia sedang menghisap nutrisi pohon.
Menurut Dr. Nunik Sri Ariyanti, ahli botani dari IPB, sebagian besar benalu di Indonesia bersifat hemiparasit. “Mereka masih berfotosintesis, tapi air dan mineral diambil dari inang,” jelasnya.
Ciri utama benalu adalah tidak punya akar di tanah. Sebagai gantinya, ia membentuk haustorium. Organ ini menembus kulit kayu hingga ke jaringan pengangkut.
Daun benalu biasanya hijau, tebal, dan berhadapan. Bentuknya berbeda dari daun inang. Itulah tanda paling mudah untuk dikenali.
Batangnya berkayu, kadang menggantung atau merumpun rapat. Pada banyak spesies, batang tampak kaku dan rapuh saat dipatahkan.
Bunga benalu umumnya kecil. Setelah itu muncul buah seperti berry. Burung pemakan buah menjadi penyebar utama bijinya.
Saya pernah mengamati burung memakan buah benalu lalu hinggap di cabang lain. Kotorannya menempel, lalu biji berkecambah. Siklus itu berulang cepat.
Benalu tidak langsung membunuh inang dalam waktu singkat. Namun secara perlahan ia melemahkan pohon. Cabang jadi kering, daun inang menipis, dan pertumbuhan terhambat.
Pada pohon buah, dampaknya terasa pada hasil panen. Mangga, rambutan, dan jambu yang terserang berat sering berbuah lebih sedikit.
Di perkebunan, serangan massal bisa menimbulkan kerugian ekonomi. Pohon kakao, kopi, dan karet termasuk yang rentan.
Saya berpendapat banyak orang meremehkan benalu karena terlihat “hanya menempel”. Padahal beban parasit ini terus meningkat seiring waktu.
Dampak lain muncul pada struktur pohon. Cabang yang penuh benalu lebih mudah patah saat angin kencang. Ini berbahaya di area pemukiman.
Beberapa benalu juga menjadi inang perantara hama atau penyakit. Kondisi inang yang lemah memudahkan serangan tambahan.
Cara mengatasi yang paling efektif adalah pemangkasan. Potong cabang terinfeksi hingga ke bagian sehat. Jangan hanya mencabut rumpun di permukaan.
Gunakan gergaji atau gunting bersih. Setelah itu, olesi luka potong agar tidak mudah terinfeksi jamur.
Saya selalu menyarankan pemangkasan dilakukan sebelum musim berbuah benalu. Tujuannya memutus penyebaran biji.
Jika serangan sudah merata di seluruh kanopi, pertimbangkan peremajaan pohon. Menahan inang yang sudah sangat lemah sering tidak efisien.
Pengendalian kimia bisa dipakai pada kasus tertentu. Namun harus hati-hati. Herbisida sistemik berisiko merusak inang jika dosis keliru.
Lebih aman mengandalkan sanitasi kebun. Buang ranting terinfeksi dari lokasi. Jangan biarkan buah benalu jatuh dan tersebar.
Pencegahan dimulai dari pemantauan rutin. Periksa cabang atas secara berkala. Benalu muda jauh lebih mudah diatasi.
Tanam pohon dengan jarak cukup. Kanopi yang terlalu rapat memudahkan burung menyebarkan biji dari satu pohon ke pohon lain.
Saya melihat keberhasilan pengendalian sangat bergantung pada ketekunan. Satu kali potong tidak cukup jika biji terus datang.
Di hutan kota, kerja sama warga penting. Pohon di tepi jalan yang penuh benalu perlu ditangani dinas terkait sebelum cabang patah.
Beberapa spesies inang lebih tahan. Namun ketahanan bukan jaminan. Stres kekeringan atau tanah miskin membuat pohon lebih mudah dikuasai.
Penelitian di berbagai daerah tropis menunjukkan bahwa pengelolaan benalu harus terpadu. Gabungkan pemangkasan, kebersihan kebun, dan edukasi.
Saya berpendapat pendekatan “biarkan saja” hanya cocok untuk pohon liar di hutan. Di pekarangan dan kebun produktif, tindakan perlu lebih tegas.
Setelah memangkas, beri pupuk seimbang pada inang. Pohon yang pulih lebih mampu menahan serangan baru.
Amati juga jenis benalu. Ada yang tumbuh lambat, ada yang agresif. Respons penanganan bisa disesuaikan.
Kesimpulannya, benalu dikenal dari kebiasaan parasit, haustorium, daun berbeda, dan buah yang disebarkan burung. Dampaknya melemahkan hingga mematikan inang secara perlahan. Cara paling andal adalah pemangkasan tuntas, sanitasi, dan pencegahan penyebaran biji.






Leave a Reply