Diantara atau Di Antara: Panduan Lengkap Penulisan yang Benar dalam Bahasa Indonesia

Diantara atau Di Antara Panduan Lengkap Penulisan yang Benar dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia terlihat sederhana, tetapi sering membuat kita ragu saat menulis. Salah satu kebingungan yang paling sering muncul adalah diantara atau di antara. Banyak orang menuliskannya secara asal karena pengucapannya terdengar sama. Padahal, dalam kaidah bahasa Indonesia, penulisan kata ini tidak bisa sembarangan.

Artikel ini membahas diantara atau di antara secara lengkap, praktis, dan mudah dipahami. Kita akan mengulas aturan EYD terbaru, contoh kalimat, kesalahan umum, hingga tips agar kamu tidak salah lagi. Fokusnya jelas: membantu kamu menulis dengan benar dan percaya diri.

Mengapa Banyak Orang Bingung Menulis Diantara atau Di Antara?

Kebingungan ini muncul karena bahasa lisan dan bahasa tulis bekerja dengan cara yang berbeda. Saat berbicara, kita tidak mendengar spasi. Semua kata terdengar menyatu. Namun, saat menulis, setiap unsur punya aturan sendiri.

Selain itu, kebiasaan menulis cepat di media sosial juga ikut memperparah keadaan. Banyak orang mengabaikan kaidah karena merasa maknanya tetap tersampaikan. Padahal, dalam konteks akademik, profesional, dan SEO, detail seperti ini sangat penting.

Sebagai penulis, guru, pelajar, atau content creator, memahami perbedaan diantara atau di antara bukan sekadar soal benar atau salah. Ini soal kredibilitas tulisan.

Pengertian Dasar Kata “Di” dalam Bahasa Indonesia

Sebelum masuk ke pembahasan utama, kita perlu memahami satu hal penting: fungsi kata di.

Dalam bahasa Indonesia, di memiliki dua peran utama, yaitu sebagai:

  1. Kata depan (preposisi)
  2. Awalan (prefiks)

Perbedaan fungsi ini menentukan cara penulisannya.

Di sebagai Kata Depan

Jika di berfungsi sebagai kata depan, maka penulisannya harus dipisah dari kata yang mengikutinya. Biasanya, di sebagai kata depan menunjukkan tempat, posisi, atau arah.

Contoh:

  • di rumah
  • di sekolah
  • di meja
  • di antara teman-temannya

Dalam konteks ini, di antara jelas termasuk kategori kata depan.

Di sebagai Awalan

Sebaliknya, jika di berfungsi sebagai awalan, penulisannya harus digabung. Biasanya, awalan di- membentuk kata kerja pasif.

Contoh:

  • ditulis
  • dibaca
  • dikerjakan
  • diambil

Di sini, di tidak menunjukkan tempat, tetapi proses atau tindakan.

Diantara atau Di Antara: Mana yang Benar?

Jawabannya tegas dan jelas.

Penulisan yang benar adalah: di antara
Diantara adalah tidak baku

Kenapa demikian?

Karena kata antara adalah kata benda atau kata keterangan yang menunjukkan posisi atau jarak. Saat digabung dengan di, fungsinya menjadi keterangan tempat atau posisi. Itu berarti di berperan sebagai kata depan.

Karena di berfungsi sebagai kata depan, penulisannya wajib dipisah.

Penjelasan Berdasarkan Kaidah EYD

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), aturan penulisan kata depan di, ke, dan dari selalu dipisah jika menunjukkan tempat atau arah.

Kata antara jelas menunjukkan posisi atau jarak. Maka, frasa yang benar adalah di antara.

Aturan ini konsisten dan tidak punya pengecualian.

Contoh Kalimat Di Antara yang Benar

Agar lebih jelas, mari lihat beberapa contoh penggunaan di antara dalam kalimat sehari-hari.

  • Dia duduk di antara dua sahabat lamanya.
  • Rumah itu berada di antara sawah dan sungai.
  • Perdebatan terjadi di antara anggota tim.
  • Pilihan terbaik muncul di antara banyak alternatif.

Semua contoh di atas menunjukkan posisi atau hubungan. Karena itu, penulisan di antara selalu dipisah.

Contoh Kalimat Diantara yang Salah

Sekarang, mari lihat contoh yang sering muncul, tetapi keliru secara kaidah.

  • Dia duduk diantara dua sahabatnya. ❌
  • Rumah itu berada diantara sawah dan sungai. ❌
  • Konflik muncul diantara kedua pihak. ❌

Kesalahan ini terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan, bisa menurunkan kualitas tulisan.

Apakah Kata “Diantara” Pernah Benar?

Jawabannya: tidak.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diantara tidak tercatat sebagai bentuk baku. Yang diakui hanya di antara.

Artinya, dalam konteks apa pun, penulisan diantara selalu salah.

Sebagai penulis profesional, saya menyarankan untuk langsung menghapus kata diantara dari kebiasaan menulis kamu.

Perbedaan Di Antara dan Antara

Sebagian orang juga bingung membedakan di antara dan antara saja. Keduanya memang mirip, tetapi fungsinya berbeda.

Antara

Kata antara bisa berdiri sendiri tanpa di. Biasanya digunakan untuk menyatakan perbandingan atau pilihan.

Contoh:

  • Antara jujur dan diam, dia memilih jujur.
  • Antara teori dan praktik sering terjadi perbedaan.

Di Antara

Sementara itu, di antara menekankan posisi atau keberadaan.

Contoh:

  • Dia berdiri di antara dua bangunan tinggi.
  • Persahabatan itu tumbuh di antara perbedaan.

Perbedaannya halus, tetapi sangat penting dalam penulisan.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Berdasarkan pengalaman saya sebagai penulis dan editor, ada beberapa kesalahan yang paling sering muncul terkait diantara atau di antara.

1. Menggabungkan Karena Terbiasa

Banyak orang menulis diantara karena sudah terbiasa melihatnya di media sosial. Kebiasaan ini menular dengan cepat.

2. Mengira Semua “Di” Harus Digabung

Sebagian orang berpikir semua kata dengan di harus digabung. Padahal, ini keliru.

3. Tidak Memahami Fungsi Kata

Kesalahan terjadi karena penulis tidak membedakan kata depan dan awalan. Ini masalah dasar, tetapi dampaknya besar.

Dampak Kesalahan Penulisan bagi SEO dan Kredibilitas

Dalam dunia SEO, detail kecil bisa memberi dampak besar. Mesin pencari semakin pintar menilai kualitas konten. Kesalahan ejaan berulang bisa menurunkan persepsi kualitas.

Selain itu, pembaca juga semakin kritis. Tulisan dengan kesalahan dasar seperti diantara bisa dianggap kurang tepercaya.

Jika kamu ingin membangun blog, media, atau brand personal, penulisan yang benar adalah investasi jangka panjang.

Tips Mudah Mengingat Penulisan Di Antara

Agar tidak salah lagi, coba terapkan beberapa tips praktis berikut.

1. Ganti dengan “di tengah”

Jika kata tersebut bisa diganti dengan “di tengah” tanpa mengubah makna, maka penulisannya dipisah.

Contoh:

  • Dia duduk di antara teman-temannya.
  • Dia duduk di tengah teman-temannya.

Maknanya tetap. Artinya, di antara ditulis terpisah.

2. Periksa Fungsi Kata

Tanyakan pada diri sendiri: apakah ini menunjukkan tempat atau posisi? Jika iya, pisahkan di.

3. Biasakan Mengecek KBBI

Luangkan waktu untuk mengecek kata yang meragukan. Kebiasaan kecil ini sangat membantu dalam jangka panjang.

Pandangan Penulis tentang Kesalahan Diantara

Sebagai penulis, saya melihat kesalahan diantara atau di antara sebagai cerminan kurangnya perhatian pada detail. Padahal, detail adalah jiwa dari tulisan berkualitas.

Menulis dengan benar bukan soal sok pintar. Ini soal menghargai pembaca dan bahasa itu sendiri.

Dalam jangka panjang, pembaca akan lebih percaya pada penulis yang konsisten dan rapi.

Di Antara dalam Konteks Formal dan Nonformal

Baik dalam tulisan formal maupun nonformal, aturan penulisan di antara tetap sama.

Dalam:

  • Artikel ilmiah
  • Skripsi
  • Berita
  • Blog
  • Caption media sosial

Penulisan yang benar tetap di antara.

Tidak ada alasan untuk menulis diantara, bahkan dalam konteks santai sekalipun.

Ringkasan Singkat agar Tidak Salah Lagi

Sebagai penutup, mari kita ringkas poin pentingnya.

  • Di antara adalah bentuk yang benar dan baku
  • Diantara adalah bentuk yang salah
  • Di sebagai kata depan selalu ditulis terpisah
  • Kata antara menunjukkan posisi atau hubungan
  • Penulisan yang benar meningkatkan kredibilitas dan kualitas konten

Jika kamu konsisten menerapkan aturan ini, kesalahan serupa tidak akan terulang.

Penutup

Kesalahan kecil seperti diantara atau di antara sering dianggap sepele. Namun, dalam dunia tulis-menulis, hal kecil justru membentuk kesan besar. Dengan memahami aturan dan membiasakan diri menulis dengan benar, kamu sudah selangkah lebih maju dibanding banyak penulis lain.

Bahasa adalah alat komunikasi dan identitas. Gunakan dengan tepat, dan tulisanmu akan berbicara lebih kuat.

REFERENSI: JAMUWIN78